Perbedaan Zotero dan Mendeley

Zotero 

Dikembangkan pada tahun 2006 oleh George Mason University?s Center for History and New Media (CHNM). Zotero merupakan perangkat managemen referensi berbasis open-source yang dapat diperoleh secara gratis. Perangkat ini dapat dipasang sebagai aplikasi standalone maupun plug-in dari browser Firefox, Chrome, maupun Safari. Setelah Zotero dipasang, maka penggunanya tinggal melakukan klik mouse pada icon khusus pada browser untuk menyimpan informasi referensi dari sebuah pustaka (Gilmour dan Cobus-Kuo, 2011).

Kelebihan:

1. Desktop version, Firefox extension dan web based

2. Platform independent (Windows, Mac, Linux)

3. Open Source

4. Gratis

5. Social Networking

6. Sharing of papers in groups

7. Pembuatan notes

Kekurangan:

Tidak memiliki kemampuan database search

Target pengguna:

1. Pengguna undergraduate

2. Koleksi referensi terbatas

3. Semua area riset.


Mendeley 

Dikembangkan pada tahun 2008 oleh sebuah Web 2.0 start-up. Mendeley menawarkan paket gratis serta berbayar dengan opsi ruang penyimpanan online yang lebih besar. Perangkat ini terdiri dari aplikasi standalone serta berbasis web. Mendeley web memberikan akses terhadap fitur social network yang memungkinkan penggunanya berbagi pakai referensi dengan pengguna lain atau mengamati trend riset saat ini (Gilmour & Cobus-Kuo, 2011).

Kelebihan:

1. Desktop dan web based

2. Platform independent (Windows, Mac, Linux)

3. Gratis (hingga 2 GB storage)

4. Kolaborasi dalam grup

5. Social networking

Kekurangan:

1.Tidak memiliki kemampuan database search

2. Pembuatan bibliographies hanya dengan cut dan paste

3. Bagi pakai dokumen dengan pengguna publik dapat menjadi isu pelanggaran hak cipta

Target pengguna:

Semua pengguna pada semua area riset.


Semoga bermanfaat...





Komentar

Postingan Populer